Kamis, Juni 20, 2024

Sambutan Ketua DPD RI Musyawarah Pimpinan Nasional 2023 Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia

Loading

Makassar, 16 Desember 2023

Bismillahirrohmannirrohim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati dan banggakan;
1. Ketua Umum PP LIDMI, Saudara Asrullah
2. Wakil Ketua MPR RI, Saudara Jazilul Fawaid
3. Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin
4. Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Nasirul Haq
5. Ketua DPRD Kota Makassar, Saudara Rudianto Lallo
6. Seluruh Pengurus dan anggota LIDMI di seluruh Indonesia

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dalam keadaan sehat wal afiat.

Sholawat serta salam, marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalam, beserta keluarga dan sahabatnya. Semoga kita mendapat syafaat beliau di hari hisab nanti.

Saya sampaikan terima kasih kepada Keluarga Besar Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia yang telah mengundang saya untuk membuka secara resmi Muktamar ke-IV Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia pada hari ini.

Saya memohon maaf tidak bisa hadir di tengah-tengah Bapak Ibu dan Para Mahasiswa pengurus dan anggota LIDMI, dikarenakan saya sedang berada di Jawa Timur dalam kegiatan yang sudah terjadwal sebelumnya.

Bapak Ibu dan Para Mahasiswa yang saya banggakan,
Tahun lalu, tepatnya Februari 2022, saya juga menyampaikan pikiran dalam acara Muktamar ke-V, Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia. Saat itu saya menyampaikan tentang degradasi moral dan akhlak di kalangan generasi muda. Generasi penerus estafet kepemimpinan bangsa ini yang semakin pragmatis, materialistik dan kehilangan etika serta adab.

Saat itu saya berharap Muktamar LIDMI dapat menghasilkan program kerja yang berusaha untuk memperkuat dan mempertahankan kualitas pribadi-pribadi mahasiswa yang bertaqwa, berakhlak, beradab dan istiqomah memperjuangkan kemenangan nilai-nilai spiritualisme terhadap nilai-nilai materiaslime.

Karena itu, perlu saya sampaikan dalam kesempatan ini, dalam acara Musyawarah Pimpinan Nasional LIDMI 2023, bahwa saya tidak punya agenda politik untuk memenangkan pasangan calon presiden satu pun. Tetapi saya punya agenda untuk mengalahkan mazhab individualisme, pragmatisme dan materialisme yang telah menyusup ke dalam sistem bernegara di Indonesia, sejak Amandemen Konstitusi pada tahun 1999 hingga 2002 yang lalu.

Yang saya perjuangkan adalah memenangkan mazhab bernegara yang sesuai dengan rumusan para pendiri bangsa, yaitu negara yang berfalsafah kepada azas Pancasila, dengan sistem bernegara asli Indonesia, yaitu sistem Syuro, yang sesuai dengan nilai-nilai yang diperjuangkan Islam. Bukan nilai-nilai barat yang liberal dan individualistik serta kapitalistik.

Indonesia telah memiliki sistem tersendiri. Sistem yang paling sesuai dengan watak asli bangsa Indonesia yang super majemuk. Sistem yang telah dirumuskan oleh pendiri bangsa. Tetapi sistem itu kita buang, hanya karena penyimpangan yang dilakukan Orde Baru.

Padahal, seharusnya yang kita benahi adalah penyimpangan yang terjadi di era Orde Baru. Bukan mengganti sistem bernegara. Karena para pendiri bangsa kita telah melakukan uji tuntas atas semua sistem bernegara, baik ala barat maupun timur. Yang semuanya tidak cocok diterapkan di Indonesia, sebagai negara majemuk dan kepulauan ini.

Sehingga apa yang terjadi dan kita rasakan dari tahun ke tahun sejak reformasi. Degradasi moral dan akhlak. Oligarki yang semakin menggurita. Polarisasi masyarakat. Kemiskinan struktural dan ketidakadilan yang ada di mana-mana. Semakin banyak paradoksal yang kita lihat dan rasakan.

Bapak Ibu dan Para Mahasiswa yang saya banggakan,
Sekali lagi perlu saya sampaikan. Bangsa ini sebenarnya sudah punya sistem asli. Yaitu Pemilu yang dilaksanakan untuk memilih wakil rakyat. Yang nanti duduk di DPR RI. Sedangkan utusan-utusan lain, yaitu Utusan Golongan-Golongan dan Utusan Daerah, yang duduk di MPR RI, tidak dipilih melalui Pemilu, tetapi harus diutus dari bawah.

Mereka semua inilah, Anggota DPR, Anggota Utusan Golongan dan Anggota Utusan Daerah yang menjadi Penjelmaan Rakyat yang utuh dari Sabang sampai Merauke. Dari Miangas sampai Rote. Mereka inilah yang akan bermusyawarah di MPR RI, untuk merumuskan Haluan Negara, sebagai bentuk kehendak politik rakyat.

Lalu mereka inilah yang memilih Presiden di MPR untuk menjalankan Haluan Negara tersebut. Sehingga Presiden adalah Mandataris dari Penjelmaan Rakyat tersebut. Artinya Presiden adalah petugas rakyat. Yang kemudian dievaluasi di akhir masa jabatannya.

Sistem ini yang harus kita sempurnakan dan perkuat. Sehingga tidak terjadi lagi penyimpangan seperti di era Orde Lama dan Orde Baru. Sehingga kita menjadi bangsa Indonesia dengan jati dirinya. Bukan bangsa lain. Bangsa yang tercerabut dari akar budayanya.

Pemilihan Presiden Langsung hanya mengakibatkan polarisasi di masyarakat. Dan hal itu sangat tidak produktif, serta menurunkan kualitas kita sebagai bangsa yang beradab dan beretika.

Kita sempat menyaksikan ada sweeping alat peraga, persekusi forum diskusi, pembubaran atau pelarangan forum pertemuan, penyebaran berita hoax dan fitnah, serta masih banyak lagi. Sampai hari ini, masih saja terjadi olok-olok antar kelompok, dengan sebutan-sebutan yang jelek. Padahal sudah sangat jelas, olok-olok dengan sebutan yang jelek, dilarang oleh Al-Quran.  

Pilpressung juga sangat rawan terjadi kecurangan yang massif dalam pelaksanaannya. Karena tidak satupun calon presiden yang bisa memiliki bukti formulir C-1 dari 800 ribu lebih TPS di seluruh Indonesia.

Inilah yang seharusnya menjadi refleksi bagi kita semua. Bagaimana mungkin bangsa yang berketuhanan ini dapat melakukan apa saja, termasuk kecurangan dan menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan dan kekuasaan?

Inilah yang saya katakan, bahwa saya berniat dan berjuang, untuk mengembalikan kemenangan mazhab bernegara yang sesuai dengan rumusan para pendiri bangsa, yaitu negara yang berfalsafah kepada azas Pancasila, dengan sistem bernegara asli Indonesia, yaitu sistem Syuro, yang sesuai dengan nilai-nilai yang diperjuangkan Islam.

Saya berharap para Mahasiswa yang tergabung di dalam Lingkar Dakwah Mahasiswa Islam memiliki kesadaran kolektif, untuk kita bertaubat dengan sistem liberal barat yang dipaksakan diterapkan di Indonesia. Yang ternyata memiliki daya rusak yang luar biasa terhadap nilai-nilai luhur bangsa dan negara ini.

Mari kita hentikan kontestasi politik yang semata-mata ingin sukses meraih kekuasaan dengan cara Liberal. Karena telah menjadikan kehidupan bangsa kita kehilangan kehormatan, etika, rasa dan jiwa nasionalisme serta patriotisme.

Pemilihan Presiden secara langsung yang kita adopsi begitu saja, telah terbukti melahirkan politik kosmetik yang mahal dan merusak kohesi bangsa. Karena batu uji yang kita jalankan dalam mencari pemimpin nasional adalah popularitas yang bisa di-fabrikasi.

Begitu pula dengan elektabilitas yang bisa digiring melalui angka-angka. Lalu disebarluaskan oleh para buzzer di media sosial dengan narasi-narasi saling hujat atau puja-puji buta. Dan pada akhirnya, rakyat pemilih disodori oleh realita palsu yang dibentuk sedemikian rupa.

Semoga ikhtiar kita untuk Indonesia yang lebih baik, melalui cara yang baik, mendapat ridho dari Allah SWT.

Dengan mengucap Bismillahirrohmannirrohim, Musyawarah Pimpinan Nasional 2023, Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia, saya nyatakan resmi dibuka.

Wabillahi Taufiq wal Hidayah
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ketua DPD RI
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Foto Terkait

Berita Foto Terkait

Video Terkait

Pidato Terkait