Senin, Mei 27, 2024

Sambutan Ketua DPD RI Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia

Loading

Jakarta, 4 Juni 2023

Bismillahirrohmannirrohim,
Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati dan banggakan;
1. Ketua Umum PP IGTKI PGRI, Ibu Nur Sriyati, S.Pd, M.M
2. Anggota DPD RI yang mendampingi saya;
3. Menteri Koordinator PMK, yang diwakili Asisten Deputi PAUD, Dasar dan Menengah
4. Ketua Umum PB PGRI, Ibu Profesor Doktor Unifah Rosyidin, M.Pd
5. Pejabat Gubernur DKI, Saudara Heru Budi Hartono
6. Para Guru PAUD dan Taman Kanak-Kanak Se Indonesia yang saya banggakan.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu dalam keadaan sehat wal afiat.

Sholawat serta salam, marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassalam, beserta keluarga dan sahabatnya. Semoga kita mendapat syafaat beliau di hari hisab nanti.

Saya sampaikan terima kasih kepada Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia PGRI, yang mengundang saya untuk ikut menyumbangkan pikiran sekaligus membuka rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia PGRI, yang diselenggarakan hari ini.

Ibu-Ibu Para Guru Taman Kanak-Kanak yang saya banggakan,
Mendidik generasi bangsa selalu dimulai dari membangun pondasi karakter. Karena bangsa yang besar, adalah bangsa yang generasi penerusnya memiliki karakter positif.

Pendidikan karakter yang meliputi budaya dan perilaku positif memang seharusnya dikenalkan sejak anak usia dini di Taman Kanak-Kanak. Karena di situlah anak mulai dikenalkan dengan budaya antri, sopan santun, disiplin waktu, akhlak dasar dan rasa saling mengasihi serta kebiasaan berbagi dengan sesama.

Itulah peran luar biasa para Guru Taman Kanak-Kanak. Karena seorang guru kelas di Taman Kanak-Kanak harus bertanggungjawab untuk semua hal pada anak didiknya. Mulai mendidik, menguasai kelas, menangani masalah siswa, bahkan kadang harus rela membersihkan kotoran anak didiknya. Sementara dirinya sendiri harus meninggalkan keluarganya di rumah. Berjam-jam berjibaku mengurusi anak-anak orang lain.

Ini adalah amalan jariyah yang sangat besar. Terutama bila dilakukan dengan Ikhlas, dan mendasarkan niat sebagai ibadah. Sungguh luar biasa. Kita beri aplaus untuk para Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia.

Ibu-Ibu Para Guru Taman Kanak-Kanak yang saya banggakan,
Jika kita merujuk kepada amanat Undang-Undang, memang tugas dan peran guru TK atau PAUD, sama dengan guru pada jalur pendidikan formal lainnya. Yaitu memiliki tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Sehingga sudah seharusnya perhatian Pemerintah kepada para guru TK dan PAUD juga sama dengan guru-guru di tingkatan dasar dan menengah lainnya.

Terutama terkait kesejahteraan para guru, khususnya yang bekerja di lembaga Pendidikan Swasta atau Non-Negeri. Karena honor atau gaji yang diterima para guru swasta, sangat bergantung kepada kemampuan sekolah dan kesepakatan guru dengan kepala sekolah di lembaga tersebut.

Sehingga besaran honor para guru sangat bervariatif. Dimana secara umum, masih sangat banyak yang berada di bawah angka kebutuhan hidup minimum.

Di daerah pemilihan saya di Jawa Timur, masih saya temukan fakta di lapangan guru yang mendapat honor sangat jauh di bawah standar kebutuhan hidup selama satu bulan.

Masih jauh di bawah UMR para buruh pabrik. Padahal buruh pabrik menghadapi mesin dengan output barang alias benda mati. Sedangkan guru, harus mendidik manusia dengan output produknya adalah moral dan akhlak atau budi pekerti para penerus tongkat estafet bangsa dan negara ini.

Ini tentu menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih kepada para guru. Terutama Kemenko PMK, Kemendikbud dan Kementerian Keuangan. Harus ada skema dan program konkret pembangunan kesejahteraan tenaga pendidik di semua tingkatan. Terutama para tenaga pendidik honorer.

Ibu-Ibu Para Guru Taman Kanak-Kanak yang saya banggakan,
Sejarah mencatat, ketika Jepang mengalami kehancuran, setelah Amerika Serikat dan sekutunya yang tergabung dalam NATO menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki, maka yang pertama kali dilakukan pemerintah Jepang adalah mengumpulkan para guru dan membangun sekolah darurat.

Artinya, proses belajar mengajar dan pendidikan menjadi bagian penting dari percepatan kebangkitan Jepang setelah mengalami kehancuran. Dan posisi guru sangat sentral dalam kebangkitan kembali Jepang saat itu.

Jadi sekali lagi, kunci kemajuan dan kemakmuran suatu negara, adalah suksesnya pendidikan dalam kualitas dan kuantitas. Ini bukan teori di dalam buku. Tetapi sudah dibuktikan oleh banyak negara yang lebih maju dari Indonesia.

Oleh karena itu, keberadaan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia bersama PGRI sangat diperlukan. Karena sebagai wadah perjuangan bersama para guru di Indonesia.

Untuk itu, dalam kesempatan ini saya berharap Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia bersama PGRI melakukan tujuh hal di bawah ini, untuk mencapai tujuan agar IGTKI dan PGRI dapat berkontribusi untuk Pendidikan Berkualitas dan Bermartabat.

Pertama, konsisten untuk melakukan program kerja peningkatan kualitas guru, terutama yang dapat menjangkau guru di daerah-daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar di Indonesia.

Kedua, memberikan pelatihan metode pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi dan era dis-rupsi.

Ketiga, tetap memberikan penekanan implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah Indonesia dalam pembelajaran kepada anak didik.

Keempat, konsisten memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru dan hadir sebagai wadah yang memperjuangkan hak-hak para guru di Indonesia.

Kelima, selalu “belajar” akan hal-hal baru. Karena guru harus menjadi sosok yang memberi inspirasi bagi anak didik.

Keenam, para pengurus IGTKI harus mampu menjadi inspirasi bagi anggotanya, sehingga mendapat kepercayaan dan dukungan sebagai wadah perjuangan para guru taman kanak-kanak di Indonesia.

Ketujuh, IGTKI bersama PGRI sebagai organisasi, harus mampu melakukan sinergi dan komunikasi yang intensif dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan organisasi profesi lainnya, untuk bersama- sama berjuang demi guru dan dunia pendidikan di Indonesia.

Kami di DPD RI, melalui Komite III akan berusaha untuk senantiasa berpihak kepada kepentingan para guru dalam mewujudkan suksesnya pendidikan dalam kualitas dan kuantitas di Indonesia. Termasuk apa yang sudah kami kerjakan dengan membentuk Pansus Guru Hononer di tahun 2022 yang lalu.

Akhir kata, dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, Rangkaian Acara Peringatan HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia – PGRI dengan tema; ‘73 Tahun IGTKI PGRI Mengabdi untuk Negeri, Menyelenggarakan Layanan Pendidikan Anak Usia Dini Berkualitas melalui Guru Taman Kanak Kanak yang Profesional dan Bermartabat’, Saya nyatakan resmi dibuka.

Wabillahi Taufiq wal Hidayah
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Ketua DPD RI
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Foto Terkait

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti membuka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) di Monas, Jakarta, Minggu (4/6/2023).
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Buka HUT ke-73 IGTKI PGRI

Berita Foto Terkait

Video Terkait

Pidato Terkait