Rabu, Oktober 5, 2022

Jadi Narasumber di Radio Suara Muslim Surabaya, LaNyalla Disebut Pemimpin Kritis dan Pemberani

Dipublikasikan pada Rabu, 18 Mei 2022 13:34 WIB

SURABAYA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, disebut sebagai pemimpin yang kritis, pemberani dan langka di Indonesia saat menjadi narasumber utama segmen ‘Ranah Publik’ Radio Suara Muslim Surabaya, Jumat (27/5/2022). 

Acara yang didengar 1 juta orang itu, dipandu Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, Suparto Wijoyo sebagai pemantik diskusi dan Muhammad Nashir sebagai pembawa acara. 

Pujian untuk LaNyalla disampaikan Muhammad Irfan pada kolom komentar live chat di siaran Youtube Radio Suara Muslim Surabaya. “Kritis, berani. Sesuatu yang langka saat ini,” tulis dia, Jumat (27/5/2022). 

Pada kesempatan itu, LaNyalla memaparkan perjalanannya menjadi Ketua DPD RI dan cita-citanya menjadi orang nomor satu di Republik ini. 

“Saya sedang menjemput takdir sebagai Presiden RI. Jika Allah SWT berkehendak, tak ada yang luput dari-Nya. Jadi, bukan sesuatu yang tak mungkin jika Allah SWT sudah berkehendak,” kata LaNyalla. 

LaNyalla melanjutkan, jika Allah berkehendak, satu tahap lagi ia menjadi Presiden RI. 

“Sebagai Ketua DPD RI, saya adalah orang kelima di Republik ini. Ini adalah takdir yang saya jalani sebelum menjadi Presiden RI. Dari Ketua DPD RI menjadi Presiden RI hanya tinggal satu tahap lagi,” ujar LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu selalu optimistis dalam meniti kehidupan. Tak sedikitpun ia pesimis, sebab Allah SWT pasti mengabulkan doa hamba-Nya. 

“Allah SWT itu mengikuti kehendak hamba-Nya. Kalau kita berpikir baik, positif, maka hasilnya juga akan baik. Begitu sebaliknya, kalau kita berpikir buruk maka hasilnya akan buruk,” ujar LaNyalla.

Menurutnya, salah satu kunci utama lainnya dalam menjalani kehidupan yakni dhuha, tahajud, sedekah dan puasa Daud. Sejauh ini, hal itu selalu ia tunaikan dengan baik. 

“Untuk dhuha dan tahajud sudah saya jalani sejak mahasiswa. Untuk puasa Daud saya jalani sejak saya berusia 40 tahun. Insya Allah saya juga selalu sisihkan rejeki saya untuk ditunaikan kepada mereka yang membutuhkan,” papar LaNyalla.

Kisah hidup LaNyalla itu sontak memantik perhatian para pendengar. Mereka terinspirasi dengan kisah hidup LaNyalla yang menggantungkan harapannya hanya kepada Allah SWT. 

“Perjalanan hidupnya sangat menginspirasi untuk jangan cepat puas dengan pencapaian saat ini. Masih banyak peluang yang disiapkan oleh-Nya menunggu untuk dijemput. Sehat selalu Bapak,” tulis Helost Nderek.

“Assalamu’alaikum WR WB. Mendengar perjalanan hidup Beliau Bapak LaNyalla Mattalitti terus terang saya ikut prihatin dengan masalah hukum di negeri ini. Hukum bisa dibuat untuk menjatuhkan seseorang bahkan lawan politiknya. Kesimpulannya yang harus dibenahi adalah hukumnya harus dipegang oleh orang yang amanah,” tulis Yulia Yulia.

“Perbanyak introspeksi diri, perbanyak syukur,” tulis Rini Utomo.
“Semoga sehat selalu Mas LaNyalla Mattalitti,” tulis Djoko Agus Purnomo. “Sehat terus Pak LaNyalla,” tulis Pandu Saragih.

Selain itu, dalam siaran itu sejumlah penelepon ikut mengadukan persoalan yang dihadapinya. Salah satunya adalah Bunda Lita yang mewakili Guru PAUD. Katanya, honor Guru PAUD dibayar tiga bulan sekali. Besarannya pun tak seberapa. 

“Dulu sebulan Rp300 ribu, sekarang sudah naik menjadi Rp400 ribu. Tapi dibayar setiap tiga bulan sekali. Kami ini adalah Guru PAUD yang berada di ranah pondasi untuk melahirkan pemimpin masa depan. Tolong kami dibantu Bapak,” kata Bunda Lita.

Menjawab hal tersebut, LaNyalla mengaku DPD RI telah membentuk Pansus Guru yang di dalamnya juga membahas mengenai nasib Guru PAUD. 

“Ada guru yang dibayar Rp50 ribu, ada yang Rp150 ribu. Kita sudah berjuang dan sudah ada hasilnya. Kita sudah sampaikan semua aspirasinya. Eksekusinya harusnya sudah disampaikan ke setiap provinsi. Itu akan menjadi catatan kita,” demikian LaNyalla.(*)

 

BIRO PERS, MEDIA, DAN INFORMASI LANYALLA
www.lanyallacenter.id

Foto Terkait

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menjadi narasumber utama pada segmen 'Ranah Publik' di Radio Suara Muslim Surabaya

Berita Foto Terkait

Video Terkait

Pidato Terkait